KOTA TANGERANG, snews.id – Persoalan pengangkutan sampah di wilayah Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, menuai keluhan warga. Sejak satu unit truk operasional Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Tangerang terbakar pada Mei 2026, pengangkutan sampah disebut tidak lagi berjalan secara rutin.
Kondisi tersebut menyebabkan sampah menumpuk di sejumlah titik, termasuk tempat pembuangan sementara (TPS) liar dan lingkungan permukiman. Selain menimbulkan bau menyengat, tumpukan sampah juga dikhawatirkan mengganggu kesehatan masyarakat.
Salah seorang warga Mekarsari yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, frekuensi pengangkutan sampah mengalami penurunan sejak armada operasional tersebut terbakar.
“Jarang diangkut, Pak, semenjak truk sampah kebakar bulan Mei kemarin. Sampah jadi numpuk di depan rumah, baunya juga mengganggu,” keluh warga kepada wartawan, Kamis (1/10/2026).
Menurut warga, sebelum insiden kebakaran terjadi, pengangkutan sampah di lingkungan mereka berlangsung secara rutin. Namun, saat ini jadwal pengangkutan disebut tidak menentu, bahkan terkadang hanya dilakukan satu kali dalam seminggu.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, satu unit truk sampah operasional DLHK Kota Tangerang yang melayani wilayah Neglasari dan sekitarnya mengalami kebakaran pada Mei 2026. Warga mengaku hingga kini belum melihat adanya armada pengganti yang mampu menormalkan kembali pelayanan pengangkutan sampah.
Akibat keterbatasan armada tersebut, masyarakat harus menghadapi tumpukan sampah yang semakin banyak. Kondisi ini menjadi perhatian warga, terlebih menjelang musim hujan yang berpotensi memperburuk persoalan kebersihan lingkungan.
“Kasihan warga. Apalagi menjelang musim hujan, sampah yang menumpuk bisa menjadi sumber penyakit. Kami berharap DLHK segera mengambil tindakan, jangan sampai keluhan masyarakat terus dibiarkan,” ujar warga lainnya.
Selain bau tidak sedap dan banyaknya lalat, warga juga mengkhawatirkan air lindi dari tumpukan sampah masuk ke saluran drainase dan mencemari lingkungan permukiman.
Masyarakat pun meminta Pemerintah Kota Tangerang melalui DLHK segera melakukan evaluasi terhadap pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Mekarsari. Penambahan armada atau penyediaan kendaraan pengganti dinilai diperlukan agar jadwal pengangkutan kembali berjalan normal.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala DLHK Kota Tangerang belum memberikan keterangan terkait keluhan warga maupun langkah penanganan atas armada truk sampah yang terbakar sejak Mei 2026.
Warga berharap pemerintah segera memberikan solusi konkret agar persoalan sampah tidak semakin meluas dan kebersihan lingkungan di wilayah Mekarsari kembali terjaga. Red






