TANGSEL, snews.id – Sengketa aset yang melibatkan Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, lembaga yang menaungi SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang, memasuki proses hukum.
Pihak yayasan menggelar konferensi pers di White Forest, kawasan Pamulang Square, Tangerang Selatan, Jumat (28/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, tim kuasa hukum yayasan, Ferdian dan Andre, menyampaikan perkembangan terkait insiden yang terjadi pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.
Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta telah melaporkan dugaan tindak pidana tersebut kepada Polres Tangerang Selatan. Laporan itu tercatat dengan nomor LP STPLB/B/2708/VIII/2026/SPKT/Polres Tangerang Selatan/Polda Metro Jaya.
Kuasa hukum menyebut, dalam peristiwa tersebut pihak yayasan kehilangan dua unit mobil Hyundai Stargazer. Mereka menduga kejadian itu berkaitan dengan tindak pidana pencurian, pencurian dengan pemberatan, serta dugaan memasuki pekarangan tanpa izin.
Selain kehilangan kendaraan, pihak yayasan juga menyoroti kondisi gerbang di lokasi yang mengalami kerusakan. Menurut Ferdian dan Andre, gerbang tersebut sebelumnya telah beberapa kali mengalami kerusakan dan dilakukan perbaikan.
Pihak yayasan juga menduga terdapat pihak tertentu yang memberikan perintah atau menyuruh dilakukannya tindakan tersebut. Namun, dugaan tersebut kini menjadi bagian dari proses laporan yang disampaikan kepada kepolisian.
Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa, mengatakan pihaknya lebih mengutamakan keberlangsungan pendidikan siswa di tengah persoalan sengketa aset tersebut.
Menurut Ilham, yayasan tidak menginginkan konflik yang terjadi berkembang menjadi perhatian publik. Fokus utama, kata dia, adalah memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Kami tidak berharap ini viral. Kami juga tidak berharap persoalan ini diketahui publik, karena yang paling kami pikirkan adalah bagaimana pendidikan anak-anak yang ada tetap berjalan,” ujar Ilham.
Ia menegaskan yayasan akan berupaya mencari solusi terbaik agar para siswa dapat kembali mengikuti kegiatan sekolah tanpa gangguan, termasuk gangguan yang dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka.
“Kami akan tetap mengusahakan yang terbaik. Kepentingannya adalah anak-anak bisa sekolah kembali tanpa ada gangguan, terutama secara psikologis,” lanjutnya.
Di tengah persoalan tersebut, sejumlah guru tetap mendokumentasikan aktivitas para siswa di lingkungan sekolah. Dari dokumentasi yang dibagikan, kegiatan belajar dan aktivitas siswa disebut masih berjalan seperti biasa.
Para siswa terlihat tetap mengikuti kegiatan dengan semangat. Kondisi tersebut menjadi perhatian yayasan agar proses pendidikan tetap menjadi prioritas meski sengketa aset tengah berproses.
Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta berharap persoalan hukum yang telah dilaporkan dapat diproses sesuai ketentuan yang berlaku, sementara kegiatan pendidikan di SD Islam Pembangunan Pamulang tetap berjalan secara kondusif.
maria






