Kapolda Banten Tegaskan Rekrutmen Akpol 2026 Bersih dan Transparan, Peserta Lolos Siap Ikuti Seleksi Pusat

BANTEN | snews.id – Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memimpin Sidang Penentuan Kelulusan Akhir Tingkat Daerah penerimaan Calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Banten, Jumat (26/6/2026).

Sidang tersebut menjadi tahapan akhir seleksi di tingkat daerah sebelum para peserta yang dinyatakan lolos melanjutkan proses seleksi tingkat pusat di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang.

Kegiatan dihadiri para Pejabat Utama Polda Banten, Ketua Tim Seleksi Penerimaan, tim pengawas internal dan eksternal, tim audit, serta orang tua dan wali peserta seleksi.

Dalam arahannya, Kapolda Banten menegaskan bahwa proses rekrutmen anggota Polri merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional untuk menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan.

Menurutnya, seleksi tidak hanya bertujuan mencari peserta yang memenuhi syarat administrasi dan akademik, tetapi juga memilih calon anggota Polri yang memiliki integritas, kecerdasan, ketangguhan mental, karakter yang kuat, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Keberhasilan Polri di masa depan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, seleksi ini harus mampu melahirkan putra-putri terbaik bangsa yang siap mengabdi dengan penuh integritas,” ujar Kapolda.

READ  Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Banten Undang Masyarakat Ikuti Gebyar Olahraga Bersama

Ia menambahkan, sidang penentuan kelulusan memiliki peran penting sebagai bagian dari regenerasi organisasi untuk mencetak calon pemimpin Polri yang profesional, humanis, dan mampu menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

Kapolda juga mengapresiasi seluruh panitia, pengawas internal maupun eksternal, serta tim audit yang telah menjalankan seluruh tahapan seleksi secara profesional, objektif, transparan, dan akuntabel.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap Polri harus terus dijaga melalui penerapan prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis dalam setiap proses penerimaan anggota Polri.

Lebih lanjut, Irjen Pol Hengki menegaskan komitmen Polda Banten untuk memastikan seluruh proses rekrutmen berlangsung secara bersih tanpa adanya praktik percaloan, suap, intervensi, maupun penyalahgunaan wewenang.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan, prestasi, karakter, integritas, serta kerja keras masing-masing.

“Kami berkomitmen menjaga proses rekrutmen ini tetap bersih dan bebas dari segala bentuk penyimpangan. Tidak ada ruang bagi praktik percaloan maupun intervensi dalam penerimaan anggota Polri,” tegasnya.

READ  BUMDes Rawa Panjang Produksi 50 Kilogram Telur per Hari, Pasok Program MBG

Kepada peserta yang dinyatakan lulus, Kapolda mengucapkan selamat sekaligus mengingatkan agar terus meningkatkan kemampuan akademik, kesiapan fisik, mental, kepribadian, dan integritas sebelum mengikuti seleksi tingkat pusat di Akademi Kepolisian Semarang.

Sementara bagi peserta yang belum berhasil, Kapolda meminta agar tidak menyerah dan tetap menjadikan hasil seleksi tahun ini sebagai motivasi untuk memperbaiki kemampuan dan kembali mencoba pada kesempatan berikutnya.

“Jangan pernah kehilangan semangat. Kegagalan bukan akhir dari perjuangan, tetapi menjadi pengalaman berharga untuk bangkit dan mempersiapkan diri lebih baik lagi,” pesannya.

Di akhir kegiatan, Kapolda Banten menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan wali peserta yang telah memberikan doa serta dukungan selama proses seleksi berlangsung.

Ia berharap seluruh pihak terus mendukung terwujudnya sistem rekrutmen Polri yang bersih, objektif, transparan, dan berintegritas sehingga mampu melahirkan insan Bhayangkara yang profesional serta semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri Presisi. red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *