BUMDes Rawa Panjang Produksi 50 Kilogram Telur per Hari, Pasok Program MBG

BOGOR | snews.id – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mandiri, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui budidaya ayam petelur yang didukung anggaran sebesar Rp421.189.000. Peternakan tersebut berlokasi di Kampung Rawa RT 03/RW 08.

Program budidaya ayam petelur ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Saat ini, produksi telur diperkirakan telah mencapai sekitar 70 persen atau sekitar 50 kilogram per hari, yang dipasarkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Pengelolaan peternakan dilakukan secara intensif. Ayam petelur yang telah berusia sekitar 36 minggu diberi pakan dua kali sehari, yakni pada pukul 08.00–09.00 WIB dan 14.00–15.00 WIB. Selain itu, vitamin diberikan melalui air minum satu kali dalam sepekan, sedangkan vaksinasi dilakukan dengan metode penyuntikan sesuai jadwal untuk menjaga kesehatan ternak.

READ  GMAKS Desak Dindik Banten Jelaskan Nasib Sisa Kuota SPMB, Hindari Dugaan Titipan

BUMDes Karya Mandiri dikelola oleh Ferry selaku Ketua, Nurman sebagai Bendahara, dan Alim sebagai Sekretaris. Sementara itu, pengelolaan kandang sehari-hari menjadi tanggung jawab Iwan.

Menurut Iwan, program ketahanan pangan melalui budidaya ayam petelur diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, terutama dalam memenuhi kebutuhan telur dengan harga yang lebih terjangkau.

“Kami berharap program ketahanan pangan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar dengan harga yang lebih murah. Selain itu, kami juga berharap pemerintah dapat memberikan solusi terhadap tingginya harga pakan ayam agar usaha peternakan ini bisa semakin berkembang,” ujar Iwan.»

READ  Desa Cimanggis Kembangkan Peternakan Ayam Petelur dengan Dana Rp347 Juta

Ia menjelaskan, pada awal pelaksanaan program pada Januari lalu, jumlah ayam petelur mencapai 1.500 ekor. Namun, seiring berjalannya waktu, populasi ayam berkurang akibat faktor penyakit, kecelakaan, maupun kematian. Hingga saat ini tercatat sebanyak 32 ekor ayam telah mati, sementara sisanya tetap dipelihara untuk menjaga produktivitas peternakan.

Maria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *