BOGOR | SNEWS.ID – Program ketahanan pangan melalui budidaya ayam petelur yang dikelola BUMDes Ratu Kemuning, Desa Cimanggis, Kabupaten Bogor, terus berjalan sebagai upaya mendukung kemandirian ekonomi desa sekaligus memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Peternakan ayam petelur tersebut berlokasi di Kampung Sudi Mampir RT 06/RW 03, Desa Cimanggis. Program ini didanai melalui anggaran ketahanan pangan tahun 2025 sebesar Rp347 juta.
Dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun kandang senilai Rp155 juta, pengadaan 1.536 ekor ayam petelur sebesar Rp142 juta, pembelian pakan Rp38 juta, serta kebutuhan vaksin dan operasional lainnya sekitar Rp7 juta.
Bendahara BUMDes Ratu Kemuning, Siti Jaronah, mengatakan usaha peternakan tersebut saat ini mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 45 tray telur setiap hari. Hasil produksi dipasarkan kepada para agen dan masyarakat di sekitar Desa Cimanggis.
Menurutnya, pengelolaan peternakan juga memperhatikan aspek lingkungan. Kotoran ayam dimanfaatkan oleh para petani sebagai pupuk organik untuk lahan pertanian dan perkebunan sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Pada tahun 2026, BUMDes kembali menerima dukungan anggaran sebesar Rp35 juta. Dana tersebut telah dialokasikan, termasuk untuk memenuhi kewajiban pembayaran pakan yang masih menjadi tanggungan usaha.
Siti menjelaskan, pengelolaan BUMDes Ratu Kemuning dipimpin oleh Kuswanto sebagai ketua, Krisyanti sebagai sekretaris, dan dirinya sebagai bendahara. Meski saat ini harga telur di pasaran mengalami penurunan, pihaknya tetap optimistis usaha peternakan dapat terus bertahan dan berkembang.
“Kami berharap BUMDes tetap mampu bertahan meski harga telur sedang turun. Semoga usaha ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan desa,” ujar Siti Jaronah.
Melalui pengembangan peternakan ayam petelur ini, Pemerintah Desa Cimanggis berharap program ketahanan pangan tidak hanya meningkatkan produksi pangan lokal, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha desa yang berkelanjutan.
#Maria
