Forum Pimred: Literasi Jurnalistik Kunci Hadapi Hoaks

Yogyakarta,snews.id – Sekretaris Jenderal Forum Pimred Multimedia Indonesia, Helmy Halim, menegaskan pentingnya memperkuat literasi jurnalistik sebagai langkah strategis menjaga kepercayaan publik terhadap media di tengah pesatnya perkembangan informasi digital. Menurutnya, kedekatan pers dengan masyarakat menjadi faktor utama agar media tetap relevan dan dipercaya.

Pernyataan tersebut disampaikan Helmy Halim saat memberikan sambutan pada malam penganugerahan Pemred Award dan Anugerah Pena Emas 2026 yang digelar di Hotel Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026), dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Pimred Multimedia Indonesia.

Helmy mengatakan, meningkatnya arus informasi melalui berbagai platform digital membuat masyarakat perlu memiliki kemampuan memahami proses kerja jurnalistik. Dengan pemahaman tersebut, publik diharapkan mampu membedakan informasi yang telah melalui proses verifikasi dengan konten yang mengandung hoaks atau disinformasi.

“Pers harus tetap hadir di tengah masyarakat dan tumbuh bersama rakyat. Salah satu upayanya adalah memperkuat literasi jurnalistik sehingga masyarakat mengetahui bagaimana sebuah informasi dikumpulkan, diverifikasi, lalu disajikan secara bertanggung jawab. Dengan begitu, masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berita yang menyesatkan,” ujar Helmy.

READ  Sekda Tangerang Dukung Lesehan Sastra Pemuda, Perkuat Literasi di Era Digital

Menurutnya, tantangan media saat ini tidak hanya berasal dari perkembangan teknologi, tetapi juga derasnya penyebaran informasi yang belum tentu memiliki dasar fakta. Kondisi tersebut menuntut media massa untuk tetap menjaga profesionalisme serta menjalankan fungsi edukasi kepada masyarakat.

Helmy menekankan bahwa media yang berpegang teguh pada kode etik jurnalistik akan tetap menjadi sumber informasi yang kredibel di tengah persaingan informasi digital. Karena itu, insan pers diharapkan terus menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, independen, dan mengutamakan kepentingan publik.

Ia juga menilai, semakin tinggi tingkat literasi jurnalistik masyarakat, semakin kecil peluang penyebaran berita bohong memengaruhi ruang publik.

“Ketika masyarakat semakin memahami cara kerja jurnalistik, mereka akan lebih kritis dalam menerima informasi. Hal ini akan mempersempit ruang gerak penyebar hoaks dan memperkuat posisi media kredibel sebagai rujukan utama masyarakat,” katanya.

READ  Maryono Buka Halal Fest 2026, Dorong UMKM Halal dan Syiar Islam di Tangerang

Pemred Award dan Anugerah Pena Emas 2026 menjadi salah satu agenda utama dalam Festival HUT ke-3 Forum Pimred Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17 hingga 19 Juli 2026 di Yogyakarta. Kegiatan tersebut dihadiri para pemimpin redaksi media dari berbagai daerah, perwakilan pemerintah, akademisi, serta mitra strategis yang bergerak di bidang media dan komunikasi.

Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, Forum Pimred Multimedia Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pers nasional yang profesional, independen, dan adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus mendorong media menjadi garda terdepan dalam menghadirkan informasi yang berkualitas dan mencerdaskan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *