KOTA TANGERANG || snews.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memperkuat sistem penanggulangan bencana dengan menambah armada operasional dan perlengkapan pendukung bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan keadaan darurat, terutama di tengah musim kemarau yang berpotensi memicu berbagai bencana.
Penguatan tersebut ditandai dengan apel kesiapsiagaan yang dipimpin langsung Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, sekaligus penyerahan sarana operasional di Markas Komando (Mako) BPBD Kota Tangerang, Selasa (4/8/2026).
Dalam amanatnya, Sachrudin menekankan bahwa kesiapan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada kelengkapan peralatan, tetapi juga kemampuan personel yang menjalankan tugas di lapangan. Karena itu, ia meminta seluruh petugas BPBD dan anggota Kelurahan Tangguh Bencana terus meningkatkan kompetensi melalui pelatihan dan simulasi secara berkala.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia yang didukung peralatan memadai akan mempercepat respons ketika terjadi bencana maupun kondisi darurat lainnya.
“Kapasitas dan keterampilan petugas harus terus diasah melalui latihan rutin. Dengan dukungan sarana operasional yang semakin lengkap, pelayanan kepada masyarakat saat terjadi keadaan darurat diharapkan menjadi lebih cepat dan maksimal,” ujar Sachrudin.
Ia juga mengingatkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, kata dia, membutuhkan dukungan masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap upaya mitigasi agar risiko bencana dapat ditekan.
Sachrudin menilai edukasi mengenai kesiapsiagaan harus terus dilakukan hingga tingkat lingkungan. Sebab, bencana seperti banjir, kebakaran, maupun keadaan darurat lainnya dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa mengenal waktu.
“Kesiapsiagaan harus menjadi kebiasaan bersama. Semakin masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi, semakin besar peluang kita mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan,” katanya.
Selain itu, ia meminta seluruh jajaran BPBD dan Kelurahan Tangguh Bencana menjaga seluruh armada serta perlengkapan yang telah diserahkan. Menurutnya, fasilitas tersebut merupakan aset daerah yang harus selalu dalam kondisi siap digunakan untuk melayani masyarakat.
“Peralatan ini merupakan investasi pemerintah demi keselamatan warga. Karena itu harus dirawat dengan baik agar selalu siap digunakan kapan pun diperlukan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Tangerang menyerahkan 16 unit kendaraan operasional pemadam kebakaran dan penyelamatan roda dua, perlengkapan penunjang bagi 20 Kelurahan Tangguh Bencana, serta 440 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Penambahan armada dan perlengkapan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam meningkatkan kapasitas operasional BPBD sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Pemerintah berharap sinergi antara personel yang terlatih, sarana yang memadai, dan partisipasi masyarakat dapat menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih cepat, tanggap, dan profesional.






